Kisah Di Balik Mahakarya
Berdiri di jantung Bali, Wastra Taksu adalah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di bidang pelestarian dan penyediaan lembaran tenun tradisional autentik serta aksesoris pelengkap busana adat Bali. Kami hadir sebagai jembatan yang menghubungkan keahlian jemari para artisan lokal dengan pasar modern yang menghargai nilai sebuah tradisi.
Menjadi katalisator pelestarian tenun Bali melalui inovasi digital, memberdayakan pengrajin lokal, dan membawa warisan Nusantara ke panggung global.
Mitra Pengrajin
Buatan Tangan
"Menjadi katalisator pelestarian tenun Bali melalui inovasi digital, memberdayakan pengrajin lokal, dan membawa warisan Nusantara ke panggung global."
Menjamin setiap lembar kain diproduksi menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) murni oleh pengrajin Bali.
Menerapkan sistem perdagangan adil untuk meningkatkan kesejahteraan hidup para pengerajin di desa adat.
Memanfaatkan teknologi kalkulator cerdas agar masyarakat modern mudah mengukur dan membeli produk tanpa ragu.
Menjaga pakem menenun dan merakit Udeng tradisional agar warisan ini tetap hidup di generasi muda.
Fondasi UMKM
Tempat kain-kain Endek pilihan dipotong dan dijahit secara presisi menjadi Udeng siap pakai, dengan mematuhi ketat pakem lekukan dan ikatan tradisional Bali.
Kami bermitra langsung dengan para penenun di desa adat. Model bisnis tanpa tengkulak ini memastikan margin keuntungan terbesar kembali ke tangan pengrajin.
Setiap lembar kain dan aksesoris wajib melewati kurasi ketat tim kami untuk memastikan kerapian tenun, ketahanan warna alami, dan standar kualitas premium.
Wastra Taksu Bali beroperasi dan terdaftar resmi sebagai UMKM Kreatif Sektor Kerajinan & Fashion Tradisional di bawah pengawasan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali.
Setiap motif membawa cerita, setiap benang menyimpan doa. Inilah proses manual yang kami lestarikan melalui digitalisasi.
Pemilihan benang kapas terbaik untuk memastikan kekuatan kain.
Proses pencelupan menggunakan bahan organik dari akar dan dedaunan.
Proses manual menggunakan ATBM yang memakan waktu hingga 14 hari.
Pengecekan kualitas akhir dan pemberian label digital QR-Code.